Memahami Konflik Pemotor dan Pemobil

9 11 2012

JAKARTA (DP) — Kasus kecelakaan akibat konflik antara pengendara sepeda motor dengan pengemudi kendaraan roda empat seakan telah menjadi keseharian di kota besar seperti Jakarta. Kurangnya kesadaraan terhadap keselamatan berkendaraan merupakan faktor utama pemicu kecelakaan tersebut.

Tak ada pemenang dalam kasus seperti itu. Semua pihak akan menerima kerugian. Pemotor dan pemobil seharusnya sadar diri. Mereka harus saling menghormati di jalan agar kecelakaan yang merugikan tak perlu terjadi.

Hal penting lain yang juga harus dimengerti oleh pemotor dan pemobil adalah memahami perbedaan karakteristik setiap kendaraan. Ingatlah, bahwa resiko kecelakaan sepeda motor 18 kali lebih besar dari pengemudi mobil.

Jason Eric Kipness, seorang pengacara spesialis kecelakaan kendaraan dari Dallas, Texas, AS, membuat sebuah memoar informatif yang rasanya perlu kita ingat bersama.

Berikut ini risalah memoar berjudul “Penyebab Umum Kecelakaan Sepeda Motor” yang dibuat Jason:

1. Kecelakaan Sepeda Motor dengan Mobil
Mayoritas kecelakaan sepeda motor terjadi karena pengemudi mobil tidak dapat melihat keberadaan sepeda motor, atau karena kurangnya perhatian pengemudi.

Pengemudi mobil harus berhati-hati dalam memeriksa semua cermin (spion), sudut tak terlihat (blind spots), dan mengamati lalu lintas jalan sekitarnya sebelum membuat perubahan, mengubah jalur, atau memasuki persimpangan.

Pengemudi mobil juga harus berhati-hati saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk, pada malam hari, atau dalam kondisi lalu lintas padat.

2. Kecelakaan Akibat Berhenti Mendadak
Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor yang berada di belakang bisa berbahaya dan mematikan. Pasalnya, sepeda motor tidak memiliki rangka atau bodi pelindung, seperti sebuah mobil.

Menghentikan mobil secara cepat dan tiba-tiba dapat menyebabkan pengemudi sepeda motor terkejut hingga membenturkan sepeda motornya. Tak jarang dalam kecepatan tinggi bisa mengakibatkan pengendara dan sepeda motornya terbang.

Mengatisipasi pengereman mendadak bisa dilakukan apabila pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor mengatur jarak aman.

3. Kecelakaan Karena Sepeda Motor
Sepeda motor di desain hanya menggunakan dua roda. Karena itu, kendaraan ini mudah terbalik, selip, atau meluncur tak terkendali.

Kecelakaan sepeda motor bisa mematikan pengendaranya apabila cuaca buruk, jalan berlubang, lalu lintas padat, dan kurang berpengalaman. Efek menghindari lubang jalan tak jarang berakhir pada kecelakaan karena tersambar mobil yang tengah melaju di lajur lain.

4. Kecelakaan Akibat Pintu Mobil
Pengendara sepeda motor harus berhati-hati ketika mengemudi di tempat parkir. Kebanyakan pengguna mobil tidak melihat kodisi belakang sebelum membuka pintu mobilnya.

Untuk menghindari kecelakaan, sepeda motor harus melaju pada kecepatan lambat di tempat parkir, sementara mereka yang ingin keluar dari mobil harus mengecek kondisi di sekeliling dan membuka pintu dengan cara yang lambat dan aman.

5. Pengemudi Mobil Agresif
Kecelakaan sepeda motor bisa terjadi karena kemarahan di jalan, atau akibat pengemudi mobil ingin mengintimidasi pengendara sepeda motor.

Dapurpacu

Iklan

Aksi

Information

2 responses

16 03 2013
orong-orong

betul gan

17 03 2013
Trisna Ariwibawa

mantap…. :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: